Tampilkan postingan dengan label Keguguran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keguguran. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Juni 2013

Cara Cepat Hamil Setelah Keguguran

 Cara Cepat Hamil Setelah Keguguran Cara Cepat Hamil Setelah Keguguran - tips cara cepat hamil sebelumnya juga pada blog ini sudah di post artikel tentang waktu yang tepat hamil lagi setelah keguguran dan semoga tulisan atau artikel yang berjudul Cara Cepat Hamil Setelah Keguguran bisa lebih membantu ada.

RISIKO keguguran bisa saja terjadi pada wanita manapun. Bila itu terjadi, itu mungkin pengalaman terpahit yang dirasakan oleh mereka, terutama bagi calon ibu.

Namun, kesedihan ini sebaiknya jangan diratapi terlalu lama. Setelah masa pemulihan selesai, ibu hamil (bumi) yang mengalami keguguran sebenarnya masih dapat hamil kembali. Yakinlah, keguguran bukan akhir dari segalanya!

Penyebab Keguguran

Keguguran (abortus) adalah kehamilan yang terhenti sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Menurut dr. Adi Widodo,SpOG, 50 persen penyebab keguguran disebabkan oleh kelainan kromosom atau kelainan genetika dari si calon bayi. Sementara sisanya disebabkan oleh faktor lain seperti infeksi, defisiensi hormon pada bumil, penyakit yang diderita bumi (tiroid, kencing manis, pneumonia), infeksi pada rahim, misal TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV) dan Herpes), sindrom darah kental (AFS/ACA), bacterial vaginosis, kelainan anatomi (adanya tumor, miom, polip), gaya hidup bumil yang tidak sehat (merokok, mengonsumsi kafein dan alkohol), bumi kurang gizi, serta faktor usia bumil.

Jenis-jenis Keguguran

Abortus imminens, peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, dimana janin masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks.
Abortus insipiens, peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat, tetapi janin masih dalam uterus. Tanda-tanda dan gejala antara lain: rasa mulas menjadi sering dan kuat, perdarahan bertambah. Untuk mengeluarkan janin dapat dilakukan dengan kuret atau obat.

Abortus incompletus, pengeluaran sebagian janin pada kehamilan sebelum 20 minggu dan masih terdapat sisa selaput janin/plasenta. Keadaan ini cukup parah karena darah yang keluar biasanya banyak sehingga perlu dilakukan dilatasi yaitu melebarkan mulut rahim. Dan untuk membersihkan sisa selaput janin/plasenta dilakukan tindakan kuret.

Abortus completus, yaitu semua hasil janin sudah dikeluarkan. Pada penderita ditemukan perdarahan sedikit. Diagnosis dapat dipermudah jika janin sudah diperiksa dan dinyatakan bahwa semuanya sudah keluar dengan lengkap. Pada kasus ini tidak diperlukan pengobatan khusus, hanya apabila menderita anemia perlu diberi transfusi.

Abortus habitualis, yaitu keguguran yang terjadi berulang. Kerapkali keguguran ini dialami BuMil hingga tiga kali atau lebih secara berurutan pada trimester pertama.

Ingin Hamil Kembali?

Idealnya di Indonesia, bumil yang hanya mengalami sekali keguguran sudah boleh melakukan hubungan suami-istri setelah selesai masa nifas atau berkisar 40 hari, atau ditandai dengan mulai haid kembali, karena itu berarti rahim sudah bersih, sudah dapat bereproduksi kembali.
Selain itu, jangan lupa periksakan ke dokter kandungan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan keguguran untuk mengantisipasi terjadinya keguguran berulang.

Namun hal lain, jika Moms baru saja di-kuretase, hubungan seks boleh dilakukan setelah 2 minggu pasca-kuret atau setelah selesai nifas. Hal itu, untuk memberi kesempatan jaringan dalam rahim (endometrium) pulih kembali.

Tuntaskan Dulu Penyebabnya!

Sementara upaya untuk hamil kembali setelah mengalami keguguran yang berulang adalah dengan mencari penyebabnya terlebih dulu, seperti:

- Jika keguguran disebabkan oleh infeksi, misal virus TORCH, maka harus dihilangkan TORCH-nya terlebih dulu - mendapat pengobatan TORCH selama 2-3 bulan. Sebaiknya jangan hamil sebelum pengobatan selesai.

- Adanya kelainan anatomi rahim dapat diketahui dengan alat bantu ultrasonografi (USG) dan histeroskopi.

- Adanya hipertiroid, diabetes mellitus, hiperprolaktinemia, resistensi insulin dan sebagainya dapat diketahui melalui pemeriksaan darah.

- Begitu pula dengan masalah kekurangan hormon progesteron. Moms bisa ditangani dengan suntikan atau minum hormon progesteron yang dapat membantu proses penempelan janin dalam rahim dan mencegah keguguran.

- Untuk mengetahui kemungkinan adanya kelainan kromosom atau kelainan genetika pada janin atau kedua orangtuanya, dapat dilakukan pemeriksaan kromosom, seperti kariotipisasi, hibridisasi in situ, dan sebagainya.

- Bila ada kelainan yang dikenal dengan darah “kental” atau sindrom darah kental (AFS/ACA) yang diketahui dengan pemeriksaan darah, maka pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan obat anti pembekuan darah, supaya tidak terjadi abortus yang berulang. Jika ternyata di dalam organ genital bumil terdapat bacterial vaginosis yang disebabkan oleh bakteri, dapat dilakukan swab vagina dan endoserviks untuk mengetahui jenis kuman yang ada.

Ubah Gaya Hidup

Bagi Moms yang merokok dan gemar mengonsumsi kafein, segera hentikan rokok dan kurangi mengonsumsi kafein. Karena pada rokok banyak zat-zat yang berbahaya, sehingga menyebabkan aliran darah dan oksigen ke janin tidak lancar.

Cukupi kebutuhan nutrisi dengan menu yang seimbang, hindari stres, istirahat yang cukup, jaga kebersihan badan dan lingkungan sekitar serta jangan memakan makanan yang mengandung pengawet serta pewarna buatan.

Hal-hal di atas merupakan unsur penting dalam pencegahan dan pengobatan keguguran. Hal ini juga diyakini dapat memperlancar aliran darah ke janin.

“Umumnya jika keguguran terjadi - apalagi jika berulang - biasanya dokter akan memberikan obat kontraksi rahim/uterotonika, antibiotik dan melakukan tes laboratorium untuk melihat apakah ada infeksi atau kelainan lainnya. Pengobatan tentu diberikan sesuai dengan kelainan yang dijumpai,” tutup dokter yang akrab disapa Adi, sebagaimana dirilis tabloid Mom & Kiddie.

Waktu Tepat Untuk Hamil Setelah Keguguran

 Waktu Tepat Untuk Hamil Setelah KeguguranWaktu Tepat Untuk Hamil Setelah Keguguran - Seperti sudah disinggung sebelumnya, keguguran terjadi ditandai perdarahan. Itu sebabnya seorang ibu hamil jika mengalami perdarahan sesedikit apa pun, harus segera menghubungi dokter. Sedikit atau banyak darah yang keluar, perdarahan ini harus segera ditangani.

Biasanya dokter akan mencegah jangan sampai janin keluar. Antara lain dengan meminta calon ibu melakukan istirahat total (bed rest), disertai pemberian obat-obatan seperti dupaston atau gestanon. Selain itu akan dilakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui dengan pasti apakah janin masih ada atau sudah gugur.

Bila tak ada janin tapi tanda-tanda kehamilan masih ada, hal ini dalam ilmu kedokteran disebut blighted ovum (BO). Bila keadaan sudah demikian, dokter akan mengambil tindakan kuretase, yaitu pengerokan pada rahim dengan tujuan mengosongkan rongga rahim.

Bila disebabkan infeksi, dokter akan mengobati infeksinya lebih dahulu. Jika infeksi sudah dipastikan sembuh, ibu tersebut baru diperbolehkan hamil kembali. Jika keguguran akibat mulut rahim yang lemah, maka pada kehamilan berikutnya akan dilakukan tindakan operasi pengikatan mulut rahim.

Untuk boleh hamil kembali setelah mengalami keguguran, umumnya dokter akan menganjurkan 3-6 bulan ke depan. Hal ini lebih disebabkan, bagi seorang ibu, untuk hamil kembali, ia memerlukan kesiapan fisik dan mental. Apalagi setelah kehilangan calon bayinya yang tentu saja akan meninggalkan kesedihan.

Jadi, kehamilan memang memerlukan dua faktor, yaitu sehat secara fisik dan sehat pula psikisnya. Di sisi lain, diperlukan pula dukungan dari orang-orang terdekat seperti suami atau orangtua.

(Riesnawiati Soelaeman/Tabloid Nakita)

Senin, 04 Februari 2013

Hamil Setelah Keguguran - Kapan Waktu Tepat Bercinta Usai Keguguran?

Berita Terkini Terbaru - Hamil Setelah Keguguran - Kapan Waktu Tepat Bercinta Usai Keguguran? - Berita hot hari iniHamil Setelah Keguguran - Kapan Waktu Tepat Bercinta Usai Keguguran? - RISIKO keguguran bisa saja terjadi pada wanita manapun. Bila itu terjadi, itu mungkin pengalaman terpahit yang dirasakan oleh mereka terutama bagi calon ibu.

Namun, kesedihan ini sebaiknya jangan diratapi terlalu lama. Setelah masa pemulihan selesai, Bumil yang mengalami keguguran sebenarnya masih dapat hamil kembali. Yakinlah, keguguran bukan akhir dari segalanya.

Keguguran (abortus) adalah kehamilan yang terhenti sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Menurut dr. Adi Widodo,SpOG, 50 persen penyebab keguguran disebabkan oleh kelainan kromosom atau kelainan genetika dari si calon bayi. Sementara sisanya disebabkan oleh faktor lain seperti: infeksi, defisiensi hormon pada Bumil, penyakit yang diderita Bumil (tiroid, kencing manis, pneumonia), infeksi pada rahim, misal: TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV) dan Herpes), sindrom darah kental (AFS/ACA), bacterial vaginosis, kelainan anatomi (adanya tumor, miom, polip), gaya hidup Bumil yang tidak sehat (merokok, mengonsumsi kafein dan alkohol), Bumil kurang gizi serta faktor usia Bumil.

Ingin Hamil Kembali?

Idealnya di Indonesia, Bumil yang hanya mengalami sekali keguguran sudah boleh melakukan hubungan suami-isteri setelah selesai masa nifas atau berkisar 40 hari, atau ditandai dengan mulai haid kembali, karena itu berarti rahim sudah bersih, sudah dapat bereproduksi kembali.

Selain itu, jangan lupa periksakan ke dokter kandungan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan keguguran untuk mengantisipasi terjadinya keguguran berulang.
Namun, jika Moms baru saja di-kuretase, hubungan seks boleh dilakukan setelah 2 minggu pasca-kuret atau setelah selesai nifas. Hal itu, untuk memberi kesempatan jaringan dalam rahim (endometrium) pulih kembali. (Sumber: Tabloid Mom & Kiddie)
 
Fashion Trend © 2011 | All Rights Reserved | About | Privacy Policy | Contact | Sitemap