Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Juni 2013

Ciri & Karaktertistik Kurikulum 2013

Ciri-ciri dan Karakteristik Kurikum 2013 ialah ciri ciri yang melekat dalam perwujudan dan pelaksanaan kurikulum 2013. Kurikumlum 2013 mempunyai ciri dan karakteristik tertentu. Karakteristik dan ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Mewujudkan pendidikan berkarakter
    Pendidkan berkarakter sebenarnya merupakan karakter dan ciri pokok kurikulum pendidikan sebelumnya. Dimana dalam kurikulum tersebut dituntut bagaimana mencetak peserta didik yang memiliki karakter yang baik, bermoral dan mmemiliki budi pekerti yang baik. Namun pada implementasi kkurikulum ini masih terdapat berbagai kekuragan sehingga menuaiberbagai kritik. sehingga kurikulum berbasis kompetensi ini direvisi guna menciptakan sistem pendidikan yang berkelanjutan dan dapat mencerdaskan kehidupan bangsa.
  2. Menciptakan Pendidikan Berwawasan Lokal
    Wawasan lokal merupakan satu hal yang sangat penting. NAmun pada kenyataan yang terjadi selama ini, potensi dan budaya lokal seaan terabaikan dan tergerus oleh tingginya pengaruh buudaya modern. Budaya yang cenderung membawa masyarakat untuk melupakan cita-cita luhur nenek moyang dan potensi yang dimilikinya dari dalam jiwa. Hal itulah yang mendoronggg bagaimana penanaman budaya lokal dalam pendidikan dapat diterapkan. Sistem ini akan diterapkan dalam konsep sintem pendidikan kurikulum 2013. Sistem yang dapat lebih mengentalkan budaya lokal yang selamaa ini dilupakan dan seakan diacuhkan. Olehnya itu dengan sistem pendidkan kurikulum 2013 diharapkan pilar budaya lokal dapat kembali menjadi inspirasi dan implementasi dalam kehidupan bermasyarakat. Dihrapkan budaya lokal dapat menjadi ciri penting dan menjadi raja di negeri sendiri dan tidak punah ditelan zaman.
  3. Menciptakan Pendidikan yang ceria dan Bersahabat
    Pendidikan tidak hanya sebagai media pembelajaran. Tetapi pada dasarnya pendidikan merupakan tempat untuk menggali seluruh potensi dalam diri. Olehnya itu, dengan sistem pendidikan yang diterapkan pada kurikulum 2013 nantinya akan diharapkan dapat menggali seluruh potensi diri peserta didik, baik restasi akademik maupun non akademik. Maka dengan begitu pada kurikulum 2013 nantinya akan diterapkan pendidikan yang lebih menyenangkan, bersahabat, menarik dan berkompeten. Sehingga dengan cara tersebut diharapkan seluruh potensi dan kreativitas serta inovasi peserta didik dapat tereksploitasi secara cepat dan tepat.
Itulah beberapa ciri-ciri dan karakteristik kurikulum 2013 yang akan diterapkan nantinya. Masih banyak karakteristik dan ciri-ciri pokok kurikulum 2013 yang akan kita perdalam pada postingan selanjutnya. Intinya Kurikulum 2013 lebih menekankan keaktifan siswa seperti pada sistem pendidikan sebelumnya yaitu kurikulum dengan metode CBSA (cara belajar siswa aktif) tapi dengan menerapkan karateristik di atas.

Senin, 29 April 2013

Sistem pendidikan Kurikulum 2013 & UN (Ujian Nasional)



Ujian Akhir Nasional dan kurikulum 2013 masih menjadi masalah dalam sistem pendidkan Indonesia. Ujian Nasional (UN) harusnya jadi kunci soal masalah pendidikan Indonesia. Tapi apa yang terjadi dengan sistem pendidikan Indonesia saat ini? apakah Ujian Nasional hanya menjadi proyek kementerian pendidikan? ataukah kurikulum 2013 hanya sistem pendidikan coba-coba?
“Perhatian untuk semuanya, kalian boleh bekerjasama dengan catatan setiap peserta ujian nasional diharapkan untuk menjaga ketertiban dan tidak menimbulkan suara yang berisik sampai keluar, cukup di dalam kelas ini saja. Lha kan ini ujian bu? “
            Illustrasi di atas merupakan fakta dari hasil diskusi secara langsung dengan beberapa orang siswa siswi salah satu sekolah di Indonesia yang bercerita tentang pengalaman mereka saat menghadapi ujian akhir  nasional. Fenomena di atas di atas bisa jadi tidak hanya terjadi di salah satu sekolah di Indonesia, mungkin kalau ditelusuri dengan teliti atau bahkan mengoreksi informasi dari siswa secara langsung yang sedang menghadapi ujian, bisa jadi didapatkan fakta yang sama dengan hal yang di atas. Senada dengan hal ini mengingatkan penulis pada sebuah statement bijak yang mengatakan bahwasanya “tidak ada murid yang nakal, yang tidak bijak itu adalah guru dalam mengajari murid”. Ini berarti bahwa palanggaran itu ternyata dilegalkan secara langsung oleh guru yang mengawas, walaupun memang benar adanya pengawas yang bersangkutan bukan guru mengajar si murid yang sedang mengikuti ujian, tapi toh guru tetap saja guru adalah   yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dan guru berperan untuk mencerdaskan anak bangsa.
            Niat pemerintah yang pada dasarnya ingin melahirkan generasi muda yang cerdas dan memiliki kompetensi ternyata tidak didukung oleh mentalitas beberapa pengawas (guru) yang fair dalam mengawas ujian. Jika hal ini seperti ini terus terjadi bagaimana bisa melahirkan generasi muda yang cerdas dan memiliki kompetensi itu lahir secara sempurna? Yang ada akan menciptakan budaya bagi anak bangsa ini untuk tidak percaya diri dan menjadi pemalas bahkan selalu bergantung kepada yang lain. Padahal merekalah para pemuda yang akan menjadi generasi penerus di masa depan. Namun sebelum berbicara tentang hal generasi lanjutan apakah mentalitas mentalitas guru yang seperti itu akan tetap bisa melahirkan generasi yang sesuai dengan karakter bangsa. Sudah tentu bangsa Indonesia menginginkan karakter generasinya baik, karena karakter suatu bangsa itu dicerminkan oleh karakter seperti apa yang ada pada seorang pendidiknya.
            Apa yang menjadi harapan penulis untuk bangsa ini adalah selain sesuai dengan niat pemerintah, juga berharap agar kualitas kualitas didik serta pendidikan Indonesia bisa sejajar bahkan lebih baik dari kualitas pendidikan negara negara maju, dimana mereka mendidik cikal bangsanya untuk mampu belajar kompetisi sejak dini dengan skala yang diakui dunia.  

Selasa, 16 April 2013

Cara meningkatkan semangat belajar

Cara meningkatkan semangat belajar -Semangat belajar kini sangat dibutuhkan. Cara meningkatkan semangat belajar amat penting Khususnya semangat belajar dalam menghadapi ujian nasional (UN). Tentu setiap orang membutuhkan semangat dan motivasi untuk belajar.

Khususnya dalam kondisi menghadapi ujian nasional (UN), semangat belajar dan konsistensi dalam belajar sangat diperlukan. Semangat belajar yang seharusnya telah menjamur dalam relung hati. Semangat belajar yang harusnya lebih ditingkatkan. Meski dalam kondisi psikologis yang kurang memadai, semangat belajar tentu sangat dibutuhkan dan cara meningkatkan semangat belajar yang terbaiklah yang kita butuhkan.

Di sisi lain, semangat belajar yang  kadang menurun akibat kondisi psikologis menjelang ujian nasional ataupun ujian sekolah masih perlu ditingkatkan. Meski begitu, kita tidak mesti harus belajar setiap waktu.  Semangat belajar tidak perlu kita hadapi dengan belajar setiap saat. Karena semangat belajar hanya perlu ditingkatkan dan ditanamkan dalam hati. Kita harus mencari strategi dan cara meningkatkan semangt belajar yang relevan dengan kebutuhan kita. Jangan sampai semangat belajar yang berlebihan justru membuat kita kewalahan dalam belajar. Nah hal itu dapat menimbulkan efek negatif pada diri kita sendiri.

Olehnya itu, cara meningkatkan semangat belajar yang baik adalah bagaimana kita membangun karakteristik dalam diri. Bagaiman kita membangun cara yang terbaik dalam meningkatkan semangat belajar kita. Bagaimana kita membangun strategi dalam relung hati kita ang selanjutnya kita jadikan cara untuk meningkatkan semangat belajar kita.

Itulah tadi cara meningkatkan semangat belajar khususnya dalam kondisi mengahadapi ujian. Yang pasti dalam artikel ini cara meningkatkan semangat belajar tidak sayang bahas secara terperinci dan berdasarkan item-item cara meningkatkan semangat belajar seperti yang telah saya bahas dalam cara meningkatkan Motivasi belajar sebelumnya.

Kamis, 14 Maret 2013

Tips Agar Pacaran Awet,Sehat bertahan lama

Bagi Anda yang sudah berhasil menemukan pacar baru, maka tentunya teman-teman perlu mengetahui tips lainnya, yaitu tentang bagaimana agar pacaran tersebut dapat awet dan berjalan secara sehat?
Tips Pacaran
Ber-Pacaran

Dengan tujuan medapatkan hubungan keharmonisan dalam hubungan pacaran, maka anda sangat membutuhkan beberapa tips pacaran. Tentu tujuan tulisan ini adalah untuk memberikan pencerahan kepada kamu agar tidak terjebak dalam sebuah percintaan yang putus nyambung dan putus nyambung terus.

Dan ketika kamu sudah membaca tulisan ini nantinya dan kamu pakaikan dalam kehidupan asmara kamu, maka hal ini akan berguna sekaligus menjadi pedoman dalam menjalankan cara mempertahankan hubungan pacaran sekaligus menjadi pedoman juga sebagai tips pacaran.

Tips Pacaran yang Awet


Hal apa saja yang perlu kamu lakukan dalam tips pacaran awet ini? Untuk mengetahuinya secara lengkap, maka kamu bisa menyimak langkah-langkahnya seperti yang akan dipublikasikan berikut ini:

1. Saling mencintai
Suatu hubungan kalau tidak di dasari dengan rasa cinta, mending engga usah di jalani, karena unjung-ujungnya akan bubar. Jadi agar tidak jadi seperti itu pandai-paindalah membuat kekasih kamu jatuh cinta selalu sama kamu.

2. Komunikasi
Selalu jaga komunikasi, apalagi pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh dan jarang ketemu, komunikasi adalah poin terpenting dalam menjalani hubungan jarak jauh. Selalu memberi kabar agar tidak ada kecurigaan dan kecemburuan, walaupun sesibuk apapun kamu, kamu harus memberikan dia kabar bahwa kamu lagi sibuk.

3. Jujur
Jujur itu merupakan poin terpenting dalam sebuah hubungan, meski jujur itu menyakitkan dan menyakiti orang yang dicintai, tapi tetap saja lebih baik jujur dari pada membohongngi orang yang kamu cintai.

4. Tulus
Mencintai kekasih itu harus tulus, jangan setengah-tengah mencintai kekasih kamu,dan jangan mengharap lebih, apa yang kamu lakukan ke pasangan kamu akan di balas dengan jumlah yang sama, tulus dan iklas itu hal yang terbaik dalam menjalni hubungan.

5. Saling Terbuka
Jangan sampai kamu menutup-nutupi tentang apapun masalah kamu, keluarga ataupun teman, karena jika kamu menutup-nutupi sesuatu dari pacar kamu, terus pacar kamu mengetahui dengan sendirinya yang malu kan kamu sendiri, Saling terbuka aja karna dengan keterbukaan akan membuat pasangan kamu makin sayang dan dia akan merasa bahwa kamu adalah bagian dari hidupnya.

6. Surprise
Tentu semua orang ingin melihat pasangannya bahagia, untuk mewujudkan hal tersebut, maka tidak ada salahnya sekali-kali memberikan kejutan kepada pasangan misalnya coklat atau sesuatu yang dia sukai, barang-barang kecil seperti kalung atau asosories, meskipun itu bukan hari penting. Jadi jangan pelit dech buat pasangan kamu.

bagaimana tips pacaran yang awet diatas? next ... Pelajari tentang pacaran yang sehat berikut

Pacaran Sehat dan Aman

1. Jangan Jalan Bareng di Malam Hari
Jika kamu ingin jalan sama pacar, usahakan jangan malam hari, karena biasanya pada malam hari manusia gampang kehilangan akal sehatnya yang ujung-ujungnya akan khilap. Walaupun tidak semua orang seperti ini lebih baik di antisipasi terlebih dulu agar kamu dapat terhindar dari hal yang tidak baik.

2. Jangan Jalan Berdua
Kalau kamu menginginkan jalan sama pacar, sebisa mungkin usahakan jangan jalan berdua, ajaklah seorang teman agar tidak terjadi hal yang tidak-tidak, jika kamu malu mengajak teman atau teman kamu tidak mau dijadikan obat nyamuk, maka kamu bisa mencoba trik double date sama teman kamu. Yang pasti usahakan tidak jalan berdua.

3. Hindari Tempat Yang Sepi
Saat kamu jalan-jalan sama pacar, maka bagi kamu terutama yang perempuan jangan mau diajak jalan ketempat yang sepi, sebab bukan tidak mungkin pacar kamu ada niat jahat dengan kamu, dan tentunya kamu tidak menginginkan masa depan hancur ditangan pacar Anda. Maka dari itu jika pacar kamu mengajak jalan ketempat yang sepi kalau bisa ditolak, kalau enggak ya resiko ditanggung sendiri.

4. Jangan Sering Ketemuan
Walaupun sebenarnya susah untuk dilakukan tapi ada baiknya kamu mencoba untuk melakukan tips ini. Karena dengan jarang ketemuan hubungan kamu dengan pacarmu akan berjalan sewajarnya saja dan sudah pasti dapat mencegah perbuatan yang tidak baik karena sudah jarang ketemuan.

5. Pacaran Sambil Belajar
Untuk tips berikut ini sangat dianjurkan buat teman-teman semua, karena pacaran sambil belajar selain terhindar dari hal yang tidak baik ada keuntungan lainnya yaitu kamu akan semangat belajar karena belajarnya bersama pacar dan tentunya jika kamu sudah rajin belajar anda juga akan bertambah pintar.

Lalu bagaimana dengan Pacaran bagi pelajar yang sekolah?

Tahukah anda kalau pacaran itu seharusnya pada saat masa dewasa, sudah kamu lakuin di sekolah. Jadi, kebiasaan pacaran yang dilakukan oleh orang dewasa banyak yang dilakukan sama pelajar. Itu bisa berdampak buruk anda buat perkembangan psikologis kamu. Bukan berarti kamu tidak boleh pacaran harus dibatasi sama fungsi kamu.

Tips pacaran sehat di sekolah

1. Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Agama adalah panutan kita dalam hidup. Tanpa agama hidup bakal gak berarah. Nah, biar pas pacaran kamu tidak melakukan hal yang aneh-aneh. Ingatlah norma-norma agama kamu. Biar pacaran yang kamu lakukan masih dalam batas wajar.

2. Sibukkan diri dengan kegiatan Ekstrakurikuler di sekolah.
Bukan cuma anda, tapi buat pasangan anda juga. Denga sibuknya kalian berdua, waktu yang kalian pakai buat pacaran bakal efektif dan yang dibicarakanpas ketemu bakal berguna buat hubungan kalian. Jaditidak bakal mikir buat ngelakuin hal yang aneh-aneh.

3. Sebagai penyemangat dan motivasi diri.
Anda dan pacar sama-sama pelajar, otomatis kalian punya sasaran yang harus dicapai dalam tiap pelajar. Coba deh kalian main tinggi-tinggian pencapaian sasaran atau target. Dan kasih imbalan buat yang nilainya lebih tinggi. Dengan begini, pacaran dan belajar jadi lebih seru kan?

4. Belajar Kelompok.
Belajar tidak hanya di sekolah. Di rumah juga bisa. Dari pada pacaran di luar sekolah dengan nongkrong dan habiskan uang. Mendingankalian berdua sambil belajar kelompok. Dengan tukar pikiran dan pengetahuan tentang ilmu yang dikuasain, kalian berdua bisa saling mengisi dalam pelajaran sekolah.

5. Kenalin pacar ke orang tua.
Kenalin pacar ke orang tua tidak berarti kamu berhubungan serius banget dan bakal langsung menikah. Ini biar buat kamu jaga-jaga dalam bertindak. Dengan kamu tahu orang tua si dia, kamu bakal mikirin perasaan mereka kalau kamu macam-macam dalam pacaran.

6. Jangan berpacaran pada saat jam pelajaran.
Yang satu ini tidak boleh alias pantangan!!! Kalian punya waktu istirahat kan buat ketemu, apa tidak bosan bertemu terus pas di sekolah. Kamu kan butuh waktu buat konsen ke pelajaran biar materi yang diterangkan guru masuk ke otak kamu.

7. Jangan nonton film porno.
Film porno mudah menyebar sekarang ini. Padahal banyak berdampak buruk yang ditimbulkan dengan nonton film porno disamping pikiran kamu dipenuhi dengan adegan yang bukan konsumsi kamu. Kerja otak juga bakal terganggu. Dengan nonton film porno secara tidak langsung kamu mengurangi kemampuanotak kamu dalam menyerap dan memahami pelajaran.

8. Jaga diri dalam pasangan.
Pacar yang baik adalah pacar yang menghormati dan menjaga harga diri pasangan. Ada yang tidak mengerti dengan kalimat tersebut? Kalau memang kamu sayang sama pacar kamu atau sebaliknya. Salah satu dari kalian tidak bakal ngelakuin sesuatu yang bakal merugikan masa depan kalian berdua.
Pacaran memang proses menuju pernikahan, tapi belum tentu pacar kamu yang sekarang bakal jadi suami kamu kan?

Demikianlah berbagai Tips Agar Pacaran Awet,Sehat bertahan lama yang tentunya akan sangat bermanfaat bila teman-teman mampu belajar dan memahami serta meerapkannya.... Semoga bermanfaat !

Senin, 11 Maret 2013

9 Tips Agar Anak anda Pintar

anak pintar
Seperti kita sadari bahwa Kepintaran seseorang bisa merupakan anugerah terbesar dari maa pencipta alam semesta. Dibalik semuanya itu ternyata faktor yang mempengaruhi kepintaran seorang anak juga ditentukan oleh lingkungannya.

Ada banyak hal yang bisa membuat anak menjadi lebih pintar, tentunya selain dengan belajar di sekolah. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat anak menjadi lebih pintar, Adalah sebagai berikut:

Menyingkirkan makanan siap saji
Mengurangi asupan gula, lemak trans dari makanan siap saji dan menggantinya dengan makanan bergizi tinggi yang baik untuk perkembangan mental anak usia dini serta berfungsi dalam perkembangan motorik anak pada usia 1-2 tahun pertama. Contohnya anak-anak memerlukan zat besi untuk perkembangan jaringan otak yang sehat, anak yang kekurangan zat besi akan lambat dalam menerima rangsangan.

Mengembangkan rasa ingin tahu
Para ahli mengatakan orang tua yang menunjukkan rasa ingin tahunya pada anak akan mendorong anak untuk mencari ide-ide baru, sehingga merangsang anak untuk berpikir. Mengajari anak keterampilan baru serta pendidikan di luar rumah juga bisa mengembangkan rasa ingin tahu anak dan intelektualnya.

Budayakan membaca
Membaca adalah cara yang paling mudah untuk meningkatkan pembelajaran dan perkembangan kognitif anak-anak dari segala usia. Cara ini bisa dimulai dengan sering membacakan anak dongeng sebelum tidur dan sering-seringlah memberikan anak hadiah buku yang bisa menarik perhatiannya.

Bermain permainan yang berpikir
Catur, teka-teki silang selain menyenangkan juga mendukung strategi berpikir anak-anak, bagaimana cara menyelesaikan masalah, dan membuat keputusan yang kompleks. Untuk anak usia balita bisa diberikan mainan yg bersifat edukatif seperti menyusun balok-balok menjadi bangunan maupun bermain pazel.

Bermain musik
Bermain musik selain menyenangkan juga bisa merangsang pertumbuhan otak kanan. Menurut sebuah studi di Universitas Toronto, diadakannya pelajaran musik bisa memberikan keuntungan dalam meningkatkan IQ anak dan performa akademisnya. Semakin lama waktu yang digunakan untuk bermain musik maka efek yang dihasilkan juga semakin besar.

Pemberian ASI
ASI merupakan makanan otak yang paling dasar. Peneliti secara konsisten terus menunjukkan berbagai macam keuntungan ASI yang behubungan dengan pertumbuhan bayi. Anak yang mengkonsumsi ASI eksklusif akan memiliki tingkat kepintaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang mengkonsumsi ASI hanya beberapa bulan saja.

Membiasakan berolahraga
Para peneliti di Universitas Illinois menunjukkan hubungan yang kuat antara kebugaran dan prestasi akademik di antara anak-anak sekolah dasar. Semakin bugar badan sang anak maka kemampuan dalam menerima pelajaran juga meningkat. Sebaiknya mendorong anak untuk terlibat dalam aktivitas fisik atau organisasi olahraga tertentu sesuai dengan minat anak.

Mengajarkan kepercayaan diri
Orang tua sebaiknya meningkatkan semangat dan optimisme anak-anak. Berpartisipasi dalam tim olahraga atau kegiatan sosial akan membantu meningkatkan kepercayaan diri sang anak diantara teman-temannya.

Memberikan sarapan yang sehat
Para peneliti meyakinkan bahwa mengonsumsi sarapan yang sehat akan meningkatkan memori dan konsentrasi anak dalam belajar. Anak-anak yang tidak dibiasakan sarapan cenderung lebih mudah marah dan kurang konsentrasi pada waktu belajar, sementara anak yang sarapan akan tetap fokus dan bergerak selama jam sekolah.

Demikianla sedikit Tips agar Anak Anda menjadi lebih cepat pintar. Semoga bermanfaat !!!

Jumat, 16 November 2012

Cara Meningkatkan Motivasi Belajar

Cara meningkatkan motivasi belajar dan Cara meningkatkan semangat belajar siswa, 1 artikel Cara meningkatkan motivasi belajar anak semangat inspirasi. Guna meningkatkan motivasi semangat belajar anak.
Belajar atau menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap umat manusia. Olehnya itu, dalam belajar maka kita harus bersungguh-sungguh dan berusaha keras. Namun, semangat dan motivasi belajar atau tekad untuk belajar dengan baik kadang kala sirna. Masalah sepele kadang sangat mempengaruhi motivasi belajar anak. Baik dari Cara Belajar maupun Cara meningkatkan Kreatifitas Belajarnya.
Kondisi emosional anak yang cenderung masih labil sangat berpengaruh pada motivasi belajarnya. Mereka cenderung berfikir negatif dikala sedang menghadapi kondisi sulit. Masalah kecil akan sangat sangat berpengaruh pada kondisi psikologis anak. Kondisi psikologis yang buruk tentu juga akan berdampak pada motivasi dan semangat belajar anak. Sehingga mereka akan terdorong bolos sekolah, malas bangun pagi, malas mengerjakan tugas, bahkan mencoba melakaukan atau mencoba sesuatu hal yang dianggap mereka tabu dan dapat menghilangkan masalahnya seperti mengkonsumsi narkoba, ngelem (menghirup lem pox), menyalahgunaaan obat-obatan, dan tindakan lain yang akan mengarah pada prilaku melawan hukum (tindak kriminal), olenya itu dibutuhkan cara untuk meningkatkan motivasi belajar anak dan cara meningkatkan semangat belajar.
Nah, sebagai orang tua atau wali siswa sebaiknya memahami betul kondisi psikologis anak. Dengan demikian motivasi dan semangat belajar anak dapat terkontrol. Cara ini adalah kendali orang tua dalam meningkatkan semangat belajar anak dan motivasi belajar siswa. Berikut ada beberapa cara  meningkatkan motivasi belajar yang hilang.
  • Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Pertama: Kembali ke Niat Awal, niat yang baik tentunya akan medorong stimulus untuk berbuat baik pula. Begitu pun dengan niat belajar yang baik akan menciptakan semangat belajar yang baik. Sehingga Motivasi belajar akan kembali meningkat dengan jalur dan cara yang baik. Cara meningkatkan motivasi belajar ini harus dengan tulus hati dan dibarengi semangat belajar yang kuat.
  • Cara Meningkatkan Motivasi Belajar dengan Variasi belajar, kadang kala seorang akan jenuh pada kondisi pelajaran atau pun motode belajar. Seseorang akan cenderung lebih bosan jika metode belajar yang digunakan itu-itu saja dibandingkan dengan orang yang memiliki berbagai variasi metode belajar. Sehingga jika mengalami kejenuhan terhadap metode belajar tertentu maka salah satu cara meningkatkan atau membangun motivasi belajar sebaiknya mencoba variasi belajar yang baru, atau coba sekali-kali belajar pada alam terbuka, belajar di tengah kesibukan kota, atau mungkin mencoba belajar di tengah jebakan kemacetan lalu lintas. Sehingga dengan fikiran yang segar motivasi belajar akan meningkat pula.
  • Cara membangun/meningkatkan motivasi dan semangat belajar selanjutnya ialah memenuhi sarana penunjang belajar anak. Sarana belajar yang baik dan lengkap akan menciptakan rasa nyaman. hal tersebut akan membuat motivasi belajar anak atau siswa lebih meningkat.
  • Cara meningkatkan motivasi belajar selanjutnya adalah membangun konsep berfikir positif. konsep berfikir positif akan diikuti dengan pola pikir yang meningkat diikuti motivasi, semangat, inspirasi, inovasi dan kreativitas dalam meniptakan sesuatu dan belajar dengan baik.
  • Penuhi harapan atau keinginan si buah hati, Cara ini dapat Meningkatkan Motivasi Belajar Anak. Harapan dan keinginan yang tidak tecapai kadang kala sangat mempengaruhi kondisi psikologis anak. Hal ini akan menimbulkan stres yang belebihan dan menurunkan motivasi belajarnya. Jadi agar motivasi belajar anak tidak kendor, sebisa mungkin penuhi keinginannya, apalagi terhadap hal yeng menyangkut pelajarannya. Namun jika belum dapat dipenuhi beri motivasi yang membangun semangatnya untuk berbuat lebih baik atau tetap belajar tekun. Paling penting beri penjelasan terkait kondisi sehingga keinginannya belum bisa dipenuhi, terbuka lebih nikmat! Maka dengan tantangan target pembelajaran yg dikuti reward akan meningkat cara belajar yg berkualitas dan meningkatkan motivasi belajar anak
  • Selalu beri dorongan. dorongan, pertimbangan, masukan dan doa orang tua sangatlah manjur untuk menumbuhkan kembali motivasi belajar anak yang hilang atau sedang menurun. Cara meningkatkan motivasi belajar ini terbilang sangat ampuh
  • Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Sekali-kali tanyakan terkait kondisi pelajarannya. Hal ini dimaksudkan sebagai kontrol agar anak tetap berada pada jalan yang tepat agar motivasi dan semagat belajarnya tetap terjaga. Anak kurang mendapat kontrol dari orang tua kadang kala merasa disisihkan, tidak diperhatikan, diterlantarkan, tidak di sayang dan diacuhkan sehingga mempengaruhi motivasi belajarnya. Kadang kala ada masalah yang mereka hadapi yang sulit untuk dia katakan. Jadi orang tua hrus lebuh proaktif. Cara ini akan menjaga konsistensi motivasi belajar
Sahabat semangat inspirasi, sebenarnya masih banyak cara untuk meningkatkan motivasi belajar yang ingin saya share kepada sahabat. Namun waktu kurang memungkinkan jadi cara meningkatkan motivasi belajar cukup sampai di sini dulu ya. Semoga cara meningkatkan semangat dan motivasi belajar ini dapat meningkatkan motivasi belajar sahabat, agar sahabat semangat inspirasi lebih semangat, rajin, dan tekun belajar serta berprestasi dan bermanfaat bagi semua orang 

Jumat, 05 Oktober 2012

Definisi Pendidikan menurut ahli, secara bahasa dan terminologis


Berasal dari kata Yunani “educare” yang berarti membawa keluar yang tersimpan, untuk dituntut agar tumbuh dan berkembang.
Dan dalam bahasa arab dikenal dengan istilah “tarbiyah”, berasal dari kata “raba-yarbu” yang berarti mengembang, tumbuh.
“Seperti satu benih yang menumbuhkan tunas dan lembaganya, makin mengeras dan kokoh batangnya hingga mengagumkan bagi banyak petani”.
Berikut ini merupakan defenisi pendidikan dari beberapa ahli: 
1.    Johann Amos Comenuis. Ia berpendapat bahwa pendidikanharus diorientasikan ke dunia sana (baka), keakhirat. Ia menekankan pendidikan budi pekerti dan kearifan.
2.    Menurut Prof. Dr. Hasan Langgulung : Pendidikan ialah yang memiliki 3 macam fungsi, yaitu : 1). Menyiapkan generasi muda untuk memegang peranan-peranan tertentu dalam masyarakat pada masa yang akan datang. Peranan ini berkaitan erat dengan kelanjutan hidup (survival) masyarakat sendiri 2). Memindahkan ilmu pengetahuan yang bersangkutan dengan peranan-peranan tersebut dari generasi tua kepada generasi muda. 3). Memindahkan nilai-nilai yang bertujuan memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat yang menjadi syarat mutlak bagi kelanjutan hidup (surviral) suatu masyarakat dan peradaban. Dengan kata lain, tanpa nilai-nilai keutuhan (integrity) dan kesatuan (integration) suatu masyarakat, maka kelanjutan hidup tersebut tidak akan dapat terpelihara dengan baik yang akhirnya akan berkesudahan dengan kehancuran masyarakat itu sendiri.
3.    John Dewey, Ia penganut aliran filsafat pragmatisme. Seorang pragmatis berpendapat bahwa suatu pengetahuan itu benar apabila pengetahuan itu berguna dalam memecahkan masalah kehidupan. Jadi mengandung nilai praktis. Pendidikan memiliki 2 aspek yakni aspek psikologis dan aspek sosiologis. Aspek psikologis artinya tiap anak mempunyai daya-daya atau potensi yang harus dikembangkan. Aspek sosiologis adalah bahwa perkembangan daya atau potensi itu diarahkan agar bremanfaat dalam kehidupan sosial.
4.    Abdul Fattah Jalal, mendefinisikan pendidikan sebagai proses pemberian pengetahuan, pemahaman, pengertian, tanggung jawab, dan penanaman amanah, sehingga penyucian atau pembersihan manusia dari segala kotoran dan menjadikan diri manusia berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk menerima al-hikmah serta mempelajari apa yang bermanfaat baginya dan yang tidak diketahuinya.
5.    Ahmad D.Marimba, merumuskan pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh sipendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani siterdidik menuju terbentuknya keperibadian yang utama.
6.    Francis Bacon, ia berkeyakinan bahwa pendidikan ialah apabila manusia ingin sarnpai pada kebenaran harus meninggalkan cara berpikir deduktif dan beralih ke cara berpikir yang induktif. Dengan cara berpikir yang analitik orang akan dapat membuka rahasia alam dan dengan terbukanya alam itu kita sebagai bagian dari alam dapat menentukan sikap dan mengatur strategi hidup. Artinya, dengan terbukanya alam kita rnanusia dapat menyesuaikan atau memanfaatkan alam dari hidup dan kehidupan manusia.
7.    Jean Baptiste La Salle, ia berpendapat bahwa pendidikan harus tertuju kepada hal-hal yang bersifat kebakaan (keakhiratan). Di dalam menyiasati pendidikan ia menggunakan alat pendidikan yang terkenal yakni hukuman dan ganjaran. Ia menekankan pengajaran kelompok.
8.    John Locke (1632-1704), ia seorang tabib yang ahli filsafat dan ahli ilmu jiwa. Tentang masalah pendidikan Locke berpendapat bahwa pendidikan itu berkuasa bahkan maha kuasa. Ia tidak percaya adanya pembawaan (bakat). Tujuan pendidikan menurut dia adalah membetuk seseorang kasatria (gentleman) yang saleh dan berguna bagi hidup bersama dalam masyarakat. Sebagai seorang tabib (dokter) ia menekankan pentingnya pendidikan jasmani. Locke juga adalah seorang deist (De = Deus = Tuhan). Tetapi ia tidak mau menerima ajaran agama yang dogmatis (kaku, beku, lugu). Baginya agama adalah akal budi. Oleh karenat itu ia memperhatikan pendidikan kesusilaan. Manusia harus mampu munguasai diri sendiri dan memiliki hargadiri.
9.    Menurut M.J. Langeveld ; "Pendidikan merupakan upaya manusia dewasa membimbing yang belum kepada kedewasaan (Kartini Kartono, 1997:11).
10.Zuhairin (1982), ”Pendidikan dalam pengertian yang luas adalah meliputi perbuatan atau semua usaha generasi tua untuk mengalihkan (melimpahkan) pengetahuannya, pengalamannya, kecakapan serta keterampilannya kepada generasi muda, sebagai usaha untuk menyiapkan mereka agar dapat memenuhi fungsi hidupnya, baik jasmaniah maupun rohaniah.”
11.Friedrich Frobel (1782-1852), sangat mencintai anak dengan dunia anak-anaknya. Dia berpendapat bahwa Pendidikan yang benar adalah pendidikan yang memperhatikan persesuaian antara kebutuhan dengan alam anak-anak. Perinsip pendidikan Frobel adalah anak harus dibuat aktif, aktif bermain dan aktif bekerja serta aktif berlatih. Perinsip didaktiknya adalah pengajaran harus dimulai dari yang sederhana, yang gampang meningkat kepada hal-hal yang komplek, yang sulit.

12.Montessori : Asas pendidikan yang dikehendaki Montessori adalah kebebasan/kemerdekaan. Dalam menyiasati pendidikan (pengajaran) ia tidak setuju dengan hukuman. Hukuman akan datang dari anak itu sendiri manakala anak itu mengalami kegagalan dan berbuat kesalahan. Prinsip-prinsip dasar metode pengajaran Montessori ; 1) prinsip kebebasan, 2) prinsip ilmiah, 3) prinsip keaktifan sendiri.
13.Syed Sajjad Husain dan Syed Ali Ashraf (1986) berpendapat bahwa, Pendidikan adalah suatu pengajaran yang melatih perasaan sehingga dalam sikap hidup, tindakan, keputusan, dan pendekatan mereka terhadap segala jenis pengetahuan, dipengaruhi sekali oleh nilai spritual dan sangat sadar akan nilai-nilai etis.
14.Endang Saifuddin Anshari, “Pendidikan adalah proses bimbingan (pimpinan, tuntunan, usulan) oleh obyek didik terhadap perkembangan jiwa (pikiran, perasaan, kemauan, intuisi, dan sebagainya ), dan raga obyek didik dengan bahan-bahan materi tertentu, pada jangka waktu tertentu, dengan metode tertentu, dan dengan alat perlengkapan yang ada kearah terciptanya pribadi tertentu disertai evaluasi diri.”
15.UU Nomor 20 tahun 2003,”Pengertian Pendidikan yaitu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara”.
16.Mustofa Al-Ghulayani : Bahwa Pendidikan itu ialah menanamkan akhlak yang mulia di dalam jiwa anak dalam masa pertumbuhannya dan menyiraminya dengan petunjuk dan nasihat, sehingga ahklak itu menjadi salah satu kemampuan (meresap dalam) jiwanya kemudian buahnya berwujud keutamaan, kebaikan dan cinta bekerja untuk kemanfaatan tanah air.
17.J. J. Rousesau berpendapat bahhwa pada dasar (asal)-nya rnunusia baik, menjadi jelek (jahat) karena peng lingkungan. Dasar pendidikan menurut Rousseau adalah pembawaan dan tujuan pendidikan ialah membentuk manusia yang bebas merdeka. Sifat pendidikan adalah individualistis dan individu (anak) itu harus dijauhkan dari pengaruh masyarakat dan bahkan dijauhkan dari orang tuanya. Hasil pemikirannya dituangkan dalam buku Le Contract Social berisi tentang ilmu kenegaraan dan Emile yang berisi bagaimana mendidik anak sampai dewasa yang baik dan benar.
18.Pendapat Pentalozzi J.H. Pestalozzi sangat mementingkan pendidikan keluarga.  Keluarga menurut Pestalozzi merupakan kunci keberhasilan pendidikan. Inti pendidikan adalah pendidikan kesusilaan dan pendidikan keagaman. Dasar pendidikan menurut dia adalah kodrat anak dan tujuan pendidikan mengembangkan segala daya kemampuan anak untuk mencapai kemanusiaan sejati. Adalah menjadi tugas pendidik agar anak dapat mengentaskan dirinya sendiri (dapat hidup mandiri).
19.Munurut Rasyid Ridho, pendidikan (at-ta’lim) adalah proses transmisi berbagai ilmu pengetahuan pada jiwa individu tanpa adanya batasan dan ketentuan tertentu. Definisi ini berpijak pada firman Allah al-Baqoroh ayat 31 tentang allama Allah kepada Nabi Adam as, sedangkan proses tranmisi dilakukan secara bertahap sebagaimana Adam menyaksikan dan menganalisis asma-asma yang diajarkan Allah kepadanya.
20.Syahminan Zaini; “Pengertian Pendidikan dalam pandangan islam adalah membentuk manusia yang berjasmani kuat dan sehat dan trampil, berotak cerdas dan berilmua banyak, berhati tunduk kepada Allah serta mempunyai semangat kerja yang hebat, disiplin yang tinggi dan berpendirian teguh”.
21.Anwar Jasin (1985), “Pendidikan adalah kegiatan mengarahkan perkembangan seseorang sesuai dengan nilai-nilai yang merupakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka. Maka, dengan pengertian atau definisi itu, kegiatan atau proses pendidikan hanya berlaku pada manusia tidak pada hewan."
22.Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional “Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang”. Istilah pendidikan berasal dan kata “didik” dengan memberikan awalan “pe” dan akhiran “kan”, mengandung arti “perbuatan, hal, cara, dan sebagainya”.
23.Menurut Poerbacaraka dan Harahap(dalam Muhibbin Syah, 2001:11) pendidikan adalah usaha secara sengaja dari orang dewasa dengan pengaruhnya untuk meningkatkan [mentalitas] anak menuju kedewasaan, yakni mampu menumbuhkan tanggung jawab moral atas segala perbuatannya. Menurut M.J. Langeveid (dalam Hery Noer Aly, 1999:3) pendidikan atau pedagogik adalah kegiatan membimbing anak manusia menuju kedewasaan dan kemandirian.  Kingsley Price (dalam Hery Noer Aly, 1999: 3) mengemukakan bahwa pendidikan adalah proses dimana kekayaan budaya non-fisik [mental] dipelihara atau dikembangkan dalam mengasuh anak atau mengajar orang-orang dewasa.
24.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesiadisebutkan bahwa pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang/kelompok dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (Hery Noer Aly, 1999: 2). Ahmad D. Marimba (1989: 19) mengartikan pendidikan sebagai bimbingan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknva kepribadian yang utama.

Secara terminologis, para ahli pendidikan mendefinisikan kata pendidikan dengan berbagai tujuan. Abdurahman Al-Bani mendefinisikan pendidikan (tarbiyah) adalah pengembangan seluruh potensi anak didik secara bertahap menurut ajaran Islam (Ahmad Tafsir, 200 1: 29). Dalam Dictionary of Educaition dinyatakan bahwa pendidikan adalah:
a.    Proses seorang mengembangkan kemampuan, sikap dan tingkah laku lainnya di dalam masyarakat tempat mereka hidup.
b.    Proses sosial yang terjadi pada orang yang dihadapkan pada pengaruh lingkungannya yang terpilih dan terkontrol (khususnya yang datang di sekolah), sehingga mereka dapat memperoleh perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimum. Dengan kata lain, perubahan-perubahan yang sifatnya permanen dalam tingah laku, pikiran dan sikapnya (Nanang Fattah, 2003: 4).
Dari beberapa definisi di atas, kalau diteliti lebih lanjut, meskipun batasan yang dikemukakan para ahli berbeda, terlihat garis benang merah bahwa pendidikan merupakan usaha peningkatan kualitas diri manusia dalam segala aspeknya [aspek jasmaniah dan rohaniah. Jadi, pendidikan merupakan aktivitas yang disengaja dan mengandung tujuan yang tentu dan di dalamnya terlibat berbagai faktor yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya sehingga membentuk suatu sistem yang saling mempengaruhi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya yaitu rohani (pikiran, karsa, rasa, cipta, dan hati nurani) dan jasmani (panca indra serta keterampilan).

Selasa, 31 Juli 2012

Pengertian Manajemen Pendidikan

Manajemen Pendidikan merupakan suatu cabang ilmu yang usianya relatif masih muda sehingga tidaklah aneh apabila banyak yang belum mengenal. Istilah lama yang sering digunakan adalah ‘administrasi’. Untuk memperjelas pengertian manajemen, tampaknya perlu ada penjelasan lain yang lebih bervariasi mengenai makna manajemen.
Manajemen Pendidikan dalam kamus bahasa Belanda-Indonesia disebutkan bahwa istilah manajemen berasal dari “administratie” yang berarti tata-usaha. Dalam pengertian manajemen tersebut, administrasi menunjuk pada pekerjaan tulis-menulis di kantor. Pengertian inilah yang menyebabkan timbulnya contoh-contoh keluhan kelambatan manajemen yang sudah disinggung, karena manajemen dibatasi lingkupnya sebagai pekerjaan tulis-menulis.
Pengertian lain dari “manajemen” berasal dari bahasa Inggris “administration” sebagai “the management of executive affairs”. Dengan batasan pengertian seperti ini maka manajemen disinonimkan dengan “management” suatu pengertian dalam lingkup yang lebih luas (Encyclopedia Americana, 1978, p. 171). Dalam pengertian Manajemen Pendidikan ini, manajemen bukan hanya pengaturan yang terkait dengan pekerjaan tulis-menulis, tetapi pengaturan dalam arti luas.

Pengertian Manajemen Pendidikan menurut ahli

Pada waktu ini istilah-istilah yang digunakan dalam menunjuk pekerjaan pelayanan kegiatan adalah manajemen, pengelolaan, pengaturan dan sebagainya, yang didefinisikan oleh berbagai ahli secara bermacam-macam. Beberapa pengertian Manajemen Pendidikan yang kiranya ada manfaatnya disadur maknanya atau hanya dikutip dari sumbernya sebagai berikut.
  1. Menurut Leonard D. White, manajemen adalah segenap proses, biasanya terdapat pada semua kelompok baik usaha negara, pemerintah atau swasta, sipil atau militer secara besar-besaran atau secara kecil-kecilan.
  2. Menurut The Liang Gie, manajemen adalah segenap proses penyelenggaraan dalam setiap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
Selanjutnya untuk memperoleh wawasan yang lebih luas, di sini dikutipkan lagi beberapa pendapat mengenai pengertian manajemen dari sumber-sumber lain sebagai berikut :
  1. Menurut Sondang Palan Siagian, manajemen adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya.
  2. Menurut Pariata Westra, manajemen adalah segenap rangkaian perbuatan penyelenggaraan dalam setiap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
  3. Dalam kurikulum 1975 yang disebutkan dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Kurikulum IIID, baik untuk Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas, manajemen ialah segala usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber-sumber (personil maupun materiil) secara efektif dan efisien guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan.
Dari pengertian Manajemen Pendidikan yang terakhir tersebut maka secara eksplisit disebutkan bahwa manajemen sebagaimana yang digunakan secara resmi oleh Departemen Pendidikan Nasional seperti dimuat dalam kurikulum 1975 dan kurikulum kelanjutannya, diarahkan kepada tujuan pendidikan. Lebih luas lagi, apabila ditinjau dari definisi-definisi yang lain, pengertian manajemen tersebut masih dapat diartikan untuk semua jenis kegiatan, yang dapat diambil suatu kesimpulan definisi yaitu :
Manajemen adalah rangkaian segala kegiatan yang menunjuk kepada usaha kerjasama antara dua orang atau lebih untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
Definisi lain dari manajemen yang lebih lengkap sebagaimana dikemukakan oleh Mulyani A. Nurhadi adalah sebagai berikut :
Manajemen adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.
Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa di dalam pengertian manajemen selalu menyangkut adanya tiga hal yang merupakan unsur penting, yaitu: (a). usaha kerjasama, (b). oleh dua orang atau lebih, dan (c) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam pengertian tersebut sudah menunjukkan adanya gerak, yaitu usaha kerjasama, personil yang melakukan, yaitu dua orang atau lebih, dan untuk apa kegiatan dilakukan, yaitu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tiga unsur tersebut, yaitu gerak, orang, dan arah dari kegiatan, menunjukkan bahwa manajemen terjadi dalam sebuah organisasi, bukan pada kerja tunggal yang dilakukan oleh seorang individu.
Jika pengertian Manajemen Pendidikan ini diterapkan pada usaha pendidikan maka sudah termuat hal-hal yang menjadi objek pengelolaan atau pengaturan. Lebih tepatnya, definisi Manajemen Pendidikan adalah sebagai berikut :
Manajemen Pendidikan adalah rangkaian segala kegiatan yang menunjuk kepada usaha kerjasama dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Dengan menerapkan definisi tersebut pada usaha pendidikan yang terjadi dalam sebuah organisasi, maka definisi Manajemen Pendidikan selengkapnya adalah sebagai berikut :
Manajemen Pendidikan adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabug dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.
Lebih lanjut Mulyani A. Nurhadi menekankan adanya ciri-ciri atau pengertian Manajemen Pendidikan yang terkandung dalam definisi tersebut sebagai berikut : (Mulyani A. Nurhadi, 1983, pp. 2-5)
  1. Manajemen merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan yang dilakukan dari, oleh dan bagi manusia.
  2. Rangkaian kegiatan itu merupakan suatu proses pengelolaan dari suatu rangkaian kegiatan pendidikan yang sifatnya kompleks dan unik yang berbeda dengan tujuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya ; tujuan kegiatan pendidikan ini tidak terlepas dari tujuan pendidikan secara umum dan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh suatu bangsa.
  3. Proses pengelolaan itu dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi sehingga kegiatannya harus dijaga agar tercipta kondisi kerja yang harmonis tanpa mengorbankan unsur-unsur manusia yang terlibat dalam kegiatan pendidikan itu.
  4. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, yang dalam hal ini meliputi tujuan yang bersifat umum (skala tujuan umum) dan yang diemban oleh tiap-tiap organisasi pendidikan (skala tujuan khusus).
  5. Proses pengelolaan itu dilakukan agar tujuannya dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Apa yang dikemukakan oleh Mulyani A. Nurhadi ini cukup lengkap. Tetapi apabila akan dihubungkan dan diintegrasikan dengan definisi manajemen pendidikan yang tertera di dalam Pedoman Kurikulum tahun 1975 Buku IIID perlu ditambahkan adanya usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber-sumber (personil dan materiil). Jika unsur tersebut dimasukkan ke dalam pengertian manajemen pendidikan, bagaimanakah rumusan atau definisinya?

Sahabat Semangat Inspirasi, Demikianlah tadi ulasan tentang Pengertain Manajemen Pendidikan. Semoga dapat bermanfaat.

 
Fashion Trend © 2011 | All Rights Reserved | About | Privacy Policy | Contact | Sitemap